Bila Aplikasi Visa Schengen Ditolak di Kedutaan Jerman (2)

Lanjutan dari.

Jawaban email datang di keesokan harinya, yang menyatakan saya boleh mengajukan aplikasi lagi sesegera mungkin, tanpa diskusi lebih lanjut mengenai reservasi hotel saya: tidak ada bantahan atau sanggahan, tidak ada pertanyaan, apalagi permintaan maaf.

Di email berikutnya saya menanyakan berapa lama proses aplikasi tersebut karena jadwal keberangkatan saya ke UK di akhir minggu. Bila prosesnya lama, apakah bisa visa Schengen saya jemput saja di London. Dengan sabar, sang penerima email mengatakan bahwa bila saya mengajukannya besok, maka visa saya akan selesai dalam waktu sehari.

Whuaduhh!!! Besok??

Lintang pukang saya book ulang semua hotel dan tiket pasawat terbang – kami memutuskan untuk memundurkan waktu keberangkatan dari hari Jumat ke hari Sabtu – lalu antri lagi di pagi buta dan menyerahkan semua dokumen aplikasi saya dan miss P lagi kepada petugas di loket visa. Untungnya, saya nggak bertemu dengan si judes. Kepada petugas yang melayani kami, saya jelaskan duduk masalahnya. Oh ya, ternyata bila mengajukan aplikasi ulang kita tidak dikenakan biaya lagi.

Karena (mungkin) kasus saya dan miss P agak spesial, dokumen kami langsung dibawa masuk ke dalam ruang kerja di belakang loket. Deg-degan – plus nggak enak hati dengan kantor kami yang bolak-balik dicuekin gara-gara kami sibuk mengurus visa ini – kami menanti jawaban, dan mudah-mudahan, visa Schengen.

Mendadak, seorang Jerman keluar dari ruangan di belakang loket visa.

“Miss!” serunya mengejutkan kami berdua.

Waduh, apa lagi nih, pikir saya, sambil mendekati loket. Si Jerman ini rupanya adalah bapak yang berkorespondensi lewat email dengan saya seminggu belakangan. Di tangannya ada setumpuk dokumen yang saya curiga adalah milik kami.

“Now we have another problem,” katanya, mukanya agak gusar.

Saya mengerutkan kening. Problem apa lagi sih boooook?

“Check the dates,” ia menyorongkan dokumen keluar dari lubang loket. “Your application now says you are going to spend time more in Austria than in Germany!”

O-em-ji….!! Lutut saya langsung lemas, wajah miss P memucat, rautnya kusut seperti orang yang kalah perang. Kami berdua menatap si bapak Jerman dengan pasrah. Kira-kira sampai di sinilah nasib kami. No Schengen visa! Selamat tinggal mimpi melihat kastil Neuschweinstein dari dekat….

Namun si bapak Jerman melanjutkan, “Go and change your itinerary, make sure you spend time more in Germany, then come back here. Quick, because we are going to close soon.”

Terkejut bahwa kami masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan kami dan mengajukan aplikasi LAGI, buru-buru miss P dan saya terbang ke hotel yang terletak di sebelah kedutaan Jerman dan menyewa tempat di business centre-nya. Kami mengatur ulang jadwal perjalanan kami, dan mereservasi ulang semua hotel kami. (catatan: kesalahan ini harus kami bayar mahal, karena menyewa komputer dan mencetak semua dokumen membuat kami harus membayar 600 ribu rupiah lebih! Oh, sakitnya…).

Singkat cerita, kami kembali ke kedutaan Jerman, menyerahkan aplikasi kami ke petugas loket, dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya (10 menit! Serius!) si bapak Jerman keluar dari ruang kerjanya dan menyerahkan paspor kami. “Now here are your visas.”

Seandainya kami tak terpisahkan oleh kaca loket, barangkali saya sudah lompat dan memeluknya.

Bahagia dan sangat lega kami keluar dengan senyum lebar, karena cap ‘visa denied’ sudah tertutup oleh visa Schengen kami.

Neuschweinstein Schloss, here we come!!

So, pelajaran apa yang bisa kami petik dari pengalaman pahit ini?

Pastikan bahwa semua reservasi hotel adalah atas nama pemegang paspor. Kemungkinan – ini kecurigaan saya – saya mereservasi sebuah hotel dengan nama belakang suami saya dan bukan dengan nama paspor saya, sehingga sewaktu kedutaan mengkonfirmasikannya ke hotel tersebut, mereka tidak menemukan nama saya di situ.
Pastikan bahwa reservasi hotel dilakukan langsung ke hotelnya, dan tidak lewat agen seperti booking.com, agoda.com, lastminute.com dan lain sebagainya. Hal ini sudah diingatkan oleh kedutaan Jerman di persyaratan aplikasi visanya. Catatan: syarat ini hanya diterapkan di Indonesia. Untuk perjalanan saya ke Jerman bulan Oktober ini, proses aplikasi saya lakukan di Perth, Australia, dan reservasi hotel saya lewat agen-agen tersebut tidak menjadi masalah.
Pastikan bahwa jumlah total waktu yang dihabiskan di negara tempat pengajukan aplikasi visa lebih banyak daripada negara Schengen lainnya.
Bila aplikasi visa ditolak, jangan terima nasib begitu saja! Segera tanyakan kepada staf kedutaan langkah terbaik apa yang harus kita ambil.
Kirimkan email ke kedutaan bila jawaban lisan dari staf yang bertugas tidak memuaskan hati.
Pastikan bahwa email yang dikirim jelas, sopan, dan dilampiri bukti yang memadai sehingga petugas kedutaan memiliki bukti pendukung yang cukup untuk dapat menentukan langkah apa yang harus diambil tanpa perlu memintanya kembali.
Yang paling penting, don’t make a mistake like we did!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
8 Comments
  1. mba saya mau tanya, apa benar visa anda langsung jadi dalam sehari (setelah komplain tentunya) tanpa harus menunggu proses pembuatan visa dan aju banding?

    bolehkah saya bertanya bagaimana caranya? karena saya telah mengajukan visa studi dan ditolak dengan alasan yang cukup nonsens. Saya tidak ingin melakukan banding karena prosesnya akan lebih lama. Kalau bisa, saya ingin visa saya ditanggapi seperti kasus anda hehehe. Trims

  2. Hi Claresta,
    Saya mengirimkan email (protes) dan dibalas langsung oleh kedutaan Jerman. Setelah melakukan klarifikasi beberapa kali baru mereka menyatakan saya boleh apply ulang dan langsung diapprove hari itu juga.

    Catatan: saya mengajukan visa kunjungan, bukan studi. Saya punya PR di UK, pernah tinggal di UK, memegang visa bisnis di Australia, dan sudah bolak-balik ke Eropa terutama Jerman. Jadi mungkin itu menjadi pertimbangan mereka juga.

  3. Mau tanya Mbak. Kalau untuk transportasi antar negara Schengen yang rencananya akan kami lakukan dengan kereta, apakah sudah harus ada konfirmasi tiket? Karena kami baru berencana membeli tiket kereta jika memang bisa sudah disetujui, mengingat harga tiket yang cukup mahal dan non-refundable. Thanks sebelumnya ya Mbak…

  4. Mbak aku mau tanya, aku juga ditolak sama kedutaan jerman untuk Visa kerja. Kalau aku apply lagi masalah pada visa yg ditolak apakah akan dibahas lagi? Karena semua dokumen sudah sangat lengkap.

  5. Salam,
    Infonya bermanfaat sekali. Kebetulan saya akan aju visa turis melalui kedutaan Jerman karena initerary paling lama di Jerman. Dari pengalaman mbak, kira2 bgmn kemungkinannya kalau penginapan menggunakan apartemen via airbnb? Apa yg di Jerman saja yg sebaiknya di hotel, sementara di negara lain di apartemen.
    terima kasih

  6. Cuma mau sekedar sharing aja buat yang akan mengajukan visa ke Jerman sebenarnya sih syaratnya smua sudah tertulis di persyaratan pengajuan visa di website kedutaan Jerman. Cuma sebagai tambahan akan lebih baik bila kita mempunyai kenalan disana yang bisa menjadi sponsor buat kita karena akan lebih mudah buat kita mengajukan Visa dan kecil kemungkinan ditolak, lalu tiket PP yg sudah dibayar ( tp ini sih sangat beresiko sih jd saya tidak saranin , cuma saya waktu pertama kali ngajuin Visa saya sudah membeli tiket PP bukan bookingan,) kalau untuk hotel mungkin lebih baik kita booking langsung ke hotelnya karena kedutaan tidak menerima bookingan hotel via Agoda, booking etc. kalau untuk visa Turis seandainya ada usaha sendiri kita bisa bw SIUP , atau surat keterangan bekerja dari perusahaan yang perlu tercantum dalam surat keterangan kerja adalah berapa lama kita akan ijin dan kapan kita akan kembali bekerja dan kalau memang ada surat berharga bisa dilampirin juga akan lebih menyakinkan kalau kita memang akan kembali lagi ke Indonesia.juga rekening tabungan kita 3 bulan terakhir yang kalau bisa tabungan aktif dan bukan dilihat dari banyaknya uang yg kita punya biasanya perhitungan nya 34Euro x lama masa tinggal disana.. Semoga membantu ya…

  7. Mbak saya mau tanya, kalau saya apply visa schengen di Kedutaan Belanda di Moskow apakah bisa ? Karena saya akan magang disana kurang lebih 1 bulan 1 minggu, dan kemungkinan visa saya ada visa business. Saya memang belum menanyakan kepada Kedutaan Belanda baik di Jakarta maupun Moskow. apakah mbak bisa membantu menjelaskan berdasarkan pengalaman mbak ?

  8. mau tanya nih, kalau untuk liburan bersama keluarga namun istri tidak bekerja. Hitugan lama tinggal 14 hari, dengan perkiraan tabungan 50 juta dari pihak suami saja. Mohon sharingnya untuk keberterimaan visa

Leave a Reply

CommentLuv badge

Our Guests

Tips

About The Author

KeLuar Negeri

KeLuar Negeri

Indonesian travel enthusiast. 20 countries, hundreds of cities, millions of experience. Join me and share your journey at http://www.keluar-negeri.com

View Full Profile →

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.