Frequent Flyer: Screaming Leo, Traveling With A Newborn

Screaming Leo, perempuan cantik asal Tasikmalaya, Jawa Barat, adalah istri seorang diplomat Australia yang sedang menyelesaikan masa tugasnya di Phonpei, Micronesia, sebuah pulau yang keciiiilll sekali di Pasifik Utara, dekat Filipina.

Berikut pengalamannya bepergian pertama kali bersama bayi lucu berumur lima setengah bulan barusan ini.

20120901-143942.jpg

 

 

Ke mana tujuan liburanmu?
Tokyo, Jepang, dari tanggal 15 sampai 22 Juli 2012.

Hanya ke Tokyo saja atau mengunjungi kota dan daerah lainnya?
Hanya Tokyo.

Dana liburan yang dihabiskan, apakah sederhana, normal atau mewah?
Normal, karena kami tinggal di hotel yang tidak terlalu mahal dan juga tidak terlalu murah, dan kami banyak menggunakan kereta bawah tanah (subway) sebagai sarana trasportasi.

Siapa saja yang ikut bersamamu liburan kali ini?
Bersama suami dan bayi kami, Antonia, yang berumur lima setengah bulan.

Jenis akomodasi yang dipilih selama tinggal di Tokyo
Hotel.

Apakah ada alasan khusus mengapa memilih negara/kota liburan ini?
Suami saya dikirim oleh kantornya untuk menghadiri konferensi di Tokyo, dan saya ikut sekalian untuk mengurus perpanjangan paspor di KBRI Tokyo, karena di Pohnpei, tempat saya tinggal sekarang, tidak ada kedutaan Indonesia dan KBRI terdekat yang mengurusi negara Micronesia ternyata ada di Tokyo. Kami juga sekalian liburan karena belum pernah ke Jepang.

Adakah tujuan tertentu yang ingin dilihat/dicapai dari liburan ini?
Selain untuk memperpanjang paspor, saya juga senang sekali karena dua teman baik saya kebetulan akan berlibur ke Jepang pada waktu yang bersaman. Terakhir saya bertemu mereka adalah di Frankfurt bulan September tahun lalu, waktu saya masih hamil Antonia!

Apa yang paling berkesan dari liburan ini?
Bertemu kembali dengan kedua teman baik saya setelah hampir setahun tidak bersua dan juga kesempatan melihat tradisi Jepang langsung dari dekat. Walaupun sebentar, saya sangat kagum akan keteraturan penduduk Jepang yang menghasilkan kota yang sangat rapi dan terawat.

Lalu apa yang paling mengesalkan dari liburanmu kali ini?
Rencana liburan kami seharusnya dimulai pada hari Sabtu (14 Juli) tetapi karena pesawat dari Hawaii yang seharusnya membawa kami ke Guam, untuk selanjutnya ke Tokyo, delay selama 24 jam sehingga waktu keberangkatan kami pun harus mundur sehari, yang berarti waktu kami di Tokyo pun berkurang satu hari.

Mohon ceritakan pengalaman liburan kamu
Ini adalah liburan pertama untuk bayi kami, Antonia, tetapi Jepang adalah negara ke-4 yang sudah Antonia datangi sejak ia lahir. Liburan dengan bayi berumur 5.5 bulan membutuhkan perencanaan yang matang dalam segala bidang. Kami harus mempersiapkan logistik seperti susu, mainan, popok dan baju ganti selama dalam perjalanan, kami juga membawa selimut yang biasa dipakai untuk tidur biar Antonia tetap merasa seperti berada di rumah.

Koper saya yang berisi baju dan perlengkapan bayi tidak mendarat di waktu yang sama dengan saya, entah nyangkut dimana, jadi saya harus belanja darurat untuk Antonia. Saya sendiri sempat meminjam pakaian teman kantor suami yang menghadiri konferensi yang sama sambil menunggu koper saya tiba.

Karena kami tinggal hampir 2 tahun di pulau kecil, ketika kami sampai di Tokyo kami… oh, saya lebih tepatnya… merasa seperti orang kampung yang baru datang ke kota. Senang sekali rasanya melihat gedung-gedung tinggi, lampu warna warni yang menerangi kota Tokyo di waktu malam, dan juga lampu merah, karena di Pohnpei tidak ada lampu lalu lintas!

Seperti penduduk Tokyo pada umumnya, kami menggunakan kereta bawah tanah (subway) sebagai alat transportasi utama untuk bepergian. Antonia senang sekali mengamati pemandangan di sekitarnya dan selama berada di dalam kereta dan restoran hampir setiap orang yang kami temui selalu menyebutnya “kawaiii” yang artinya cute atau lucu dalam bahasa Jepang. Orang Jepang sangat menghargai kami yang bepergian dengan bayi, mereka selalu mempersilahkan kami duduk di dalam kereta walaupun keretanya penuh.

Kami juga sempat menikmati sushi yang lezat sekali di sebuah restoran sushi di Tokyo. Hmm…yummy! Menurut saya kebanyakan restoran di Tokyo kecil sekali jadi agak susah untuk kami yang membawa bayi berumur 5.5 bulan dengan segala “perlengkapan perangnya”.

Kami tidak banyak melakukan kunjungan ke tempat-tempat wisata karena cuaca yang sangat panas di bulan Juli sangat tidak nyaman untuk Antonia, tetapi kami senang menjelajah daerah sekitar hotel tempat kami tinggal. Ada taman cantik yang saya sering kunjungi bersama Antonia selama suami sibuk dengan konferensinya. Kami hanya sempat mengunjungi Shibuya yang terkenal dengan patung anjingnya, Hachiko, pura Senso-ji di daerah Asakusa serta Nakamise-dori, sebuah jalan menuju ke pura Senso-ji yang menjual berbagai macam pernak pernik dan souvenir yang lucu.

Tempat liburan yang termasuk dalam “must-see” atau “wish-list” kamu:
Italy (terutama Venice), Spanyol, New York, dan Perancis.

Ada rencana liburan ke mana saja dalam dalam setahun ke depan?: –>
Pulang kampung ke Jakarta, Tasikmalaya dan Bali pada bulan September dan Oktober.

20120901-143933.jpg

Baca tips bepergian dengan bayi dari Screaming Leo di artikel selanjutnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
2 Comments
  1. Hi Mba salam kenal yaa
    saya juga mau liburan ke Jepang Maret nanti.
    Yang mau saya tanyakan kemarin mba bawa stroller gak untuk Antonia?
    Terima kasih

  2. keren banget, saya juga kepengen nyoba traveling ke luar negeri..

Leave a Reply

CommentLuv badge

Our Guests

Tips

About The Author

KeLuar Negeri

KeLuar Negeri

Indonesian travel enthusiast. 20 countries, hundreds of cities, millions of experience. Join me and share your journey at http://www.keluar-negeri.com

View Full Profile →

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.