One More Beer, Please

Diterjemahkan dari posting lama saya (yang bisa dibaca di sini).

Rupanya, kalimat “one more beer, please” begitu pentingnya sampai diterjemahkan ke 50 bahasa. Lupakan niat belajar mengatakan sesuatu dalam bahasa lokal, seperti tolong dan terima kasih, atau menanyakan cara menuju ke suatu tempat. Selama kita tahu caranya memesan bir di negara asing, biasanya traveler merasa itu sudah cukup untuk bekal survive selama perjalanan.

20120903-222641.jpg

Namun coba cek terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia. Kalimatnya yang aneh, “satu lagi bir, makasih“, seakan-akan diterjemahkan kata per kata dari bahasa Inggris, dan bukannya mengikuti susunan bahasa Indonesia yang seharusnya. Bukankah semestinya kita mengatakan, “satu bir lagi, terima kasih” ? Saya rasa siapapun yang menterjemahkannya pasti bukan orang Indonesia atau yang belajar bahasa Indonesia langsung lewat praktek sehari-hari, tidak melewati kursus formal. Ternyata nggak cuma saya yang merasa begitu, banyak orang yang mengatakan bahwa terjemahan kalimat tersebut ke dalam bahasa lokal mereka juga aneh, atau malah salah.

Meskipun begitu, di dunia nyata di Indonesia atau di negara-negara Asia, saya sering melihat pengunjung bar atau restoran bahkan tidak perlu mengatakan apa-apa sama sekali, cukup memanggil pelayan yang bertugas dan arahkan jari telunjuk pada gelas minuman mereka. Biasanya pelayan tahu persis bahwa sang pengunjung meminta gelasnya diisi ulang. Tidak heran banyak pekerja asing (ekspatriat) yang tetap tidak bisa berbahasa Indonesia meskipun mereka telah tinggal di negara ini lebih dari setahun dua tahun. Inilah anugerah tinggal di banyak negara di Asia – pelayan rajin mengitari meja dan mengecek status minuman kita, kita tidak perlu sikut menyikut di depan meja bar selama 45 menit, menunggu bartender untuk melayani kita, bertarung melawan pengunjung lainnya (semalam sewaktu saya menunggu dengan sabarnya di sebuah bar di kota Aberdeen (Skotlandia), ada seorang perempuan yang saking frustrasinya berteriak apakah ia harus melucuti seluruh bajunya untuk mendapatkan perhatian dari sang bartender supaya ia bisa memesan minuman. Sang perempuan tersebut dengan suksesnya tetap saja tidak berhasil berebut perhatian si bartender. O-oh!)

Nah, bila menterjemahkan “one more beer, please” cukup mudah, bagaimana seharusnya kita menterjemahkan istilah “one more for the road“? Beberapa kawan ekspatriat saya sering mencetuskan terjemahkannya secara harafiah, yaitu “satu untuk jalan“, yang tentu saja nggak masuk akal sama sekali. Kalimat “one more for the road” itu berarti segelas minuman terakhir yang dipesan dan diminum sebelum pengunjung meninggalkan tempat. Karena Indonesia pada dasarnya tidak memiliki tradisi ngumpul di bar atau pub untuk menenggak bir atau minuman lainnya, istilah tersebut tidak eksis dalam bahasa Indonesia.

Bagaimana menurut pendapatmu?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Leave a Reply

CommentLuv badge

Our Guests

Tips

About The Author

KeLuar Negeri

KeLuar Negeri

Indonesian travel enthusiast. 20 countries, hundreds of cities, millions of experience. Join me and share your journey at http://www.keluar-negeri.com

View Full Profile →

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.