Review: Wisata Kuliner di Madrid, Spanyol

Nama tour: Adventurous Appetite
Jenis tour: wisata kuliner, mencicipi makanan dan minuman tradisional Madrid/Spanyol
Lokasi: berkumpul di dekat patung beruang di Puerta del Sol
Lama tour: 4 jam, start jam 8:00 malam
Website: http://www.adventurousappetites.com/
Harga: £35.00 per orang, sudah termasuk minum dan makan tapas gratis di restoran pertama, sekitar €30.00 per orang untuk kunjungan ke 4-5 bar berikutnya.
Waktu berkunjung: April 2012

Sewaktu memutuskan untuk mengunjungi Spanyol berdua dengan pasangan, saya agak khawatir dengan mister McK. Saya sih bisa saja menghabiskan waktu seharian penuh, berminggu-minggu, untuk keluar masuk mengagumi kastil, gereja, dan obyek wisata lainnya dari satu kota ke kota lainnya.

Tapi mister McK yang didaulat menjadi supir untuk mengitari daerah Andalusia di Spanyol Selatan, pasti akan pingsan kebosanan. Sekali dua kali pasti ia masih betah, lebih dari itu bisa-bisa ia mogok jalan-jalan dan memilih duduk di bar menonton bola!

Timbullah ide mencari tur kuliner, yang kami berdua pasti bisa menikmatinya. Apalagi sungguh nyaman bila ada yang memandu kami untuk berkeliling Madrid, merekomendasikan tempat makanan dan minuman yang enak! Saat browsing di NY Times, saya menemukan apa yang saya cari: Adventure Appetites!

Sesuai dengan informasi pada website-nya, Adventure Appetites menjanjikan pesertanya, yang ingin “to get away from the main tourist areas and get a real feel of the cities you visit” , untuk mencicipi “traditional Spanish cuisine in some of the hidden corner of central Madrid, where the food and drink is fantastic, the atmosphere buzzing, and the prices very reasonable”.

Sounds really good! Proses registrasi berjalan sangat mudah, kami tinggal mengirimkan e-mail ke Adventurous Appetites, mentransfer £70.00 ke rekening yang dituju, dan mendapat konfirmasi segera mengenai di mana harus berkumpul, siapa tour guide kami, dan lain sebagainya.

Persis jam 8 malam kami berjumpa di dekat patung beruang di Puerta del Sol, sebuah lapangan di tengah kota Madrid yang puueeennuuuuhhh dengan manusia. Peserta tour ternyata tidak banyak, hanya ada 3 pasangan termasuk kami, plus seorang bapak, dan tour guide kami sendiri yang berasal dari Irlandia namun sudah hampir 10 tahun menetap di Madrid.

Kami dibawa ke bar pertama El Ñeru yang terkenal dengan makanan dari daerah Asturia-nya, yang nuansa tradisional dan lokal-nya sangat kental. Minuman pertama yang kami coba sungguh unik. Namanya sidra, semacam cider dari daerah Asturia. Cara menuangkannya juga lucu, satu tangan yang memegang botol sidra diangkat setinggi mungkin, lalu minuman di tuangkan ke gelas yang dipegang oleh tangan lainnya serendah mungkin. Beberapa peserta tour mencoba mengikuti tour guide kami, yang menyebabkan sidra tersebut tumpah di lantai bar. Untuk lebih lengkapnya, silakan baca situs mengenai Sidra de Asturia di sini. Di bar ini kami juga mencoba beberapa jenis macam tapas. Yang saya ingat adalah empanada (semacam pastel berisi tuna) yang begitu enaknya sampai saya dan peserta tour lainnya tanpa sungkan-sungkan berebutan mencicipi sampai remah-remah terakhir.

20120826-183153.jpg

Danny, tour guide kami, mengingatkan untuk menjaga perut kami, jangan sampai terlalu kekenyangan, jangan sampai mabuk duluan, karena perjalan masih panjang! Malam itu kami berjalan kaki mengitari kota Madrid – yang makin malam makin ramai dan seru, makin penuh dengan manusia – memasuki beberapa tapas bar yang selalu menyajikan makanan yang berbeda dari yang sebelumnya. Danny juga dengan lincah memberikan ulasan singkat mengenai kota Madrid, sejarahnya, dan tentu saja, sejarah makananan yang kami cicipi. Selain sidra, kami juga mencoba sherry, sangria, vermouth, wine, dan tequila Spanyol. Yang paling unik, kami dibawa ke Museo del Jamón – yang tadinya saya kira museum (tapi kog isinya daging yang dipajang?), lalu saya kira butcher (tapi kog butcher ramai melulu dan banyak orang makan dan minum di situ?), yang ternyata memang merupakan tempat berjualan daging ham, sekaligus bar dan restoran. Sambil minum sherry dan sangria, kami mencoba beberapa jenis ham yang tersedia. Selain seru, harganya juga tidak mencekik kantong. Ada irisan ham yang cuma dijual €1.00 sepiring! Namun jangan salah, ada juga ham yang mahal, seperti pata negra, yang dijual €120.00 per kilonya. Wow!

20120826-120521.jpg

Sambil mencicipi segelas tinto de verano (campuran red wine dengan soda manis), saya mengedarkan pandangan dan menyadari bahwa jarang ada orang Spanyol yang gemuk! Padahal nampaknya mereka makan dan minum melulu, makin malam makin heboh pula! Contohnya seorang ibu di sebelah saya, setelah memilih daging yang ia inginkan, memakannya dengan setangkup roti, sambil tangan lainnya memegang wine. Jam 10 malam! Kalau saya yang mempraktekkan pola ini setiap hari, bisa-bisa saya naik 20 kilo dalam sebulan…

Tur kami diakhiri di sebuah bar kecil yang riuh dengan musik salsa, di mana kami mencoba…tequila! Setelah 4 jam nonstop makan dan minum, kepala saya makin berat, perut saya sudah tak mampu lagi diisi, dan kaki saya sudah menjerit letih. Berjalan pulang menuju hotel, saya terkagum-kagum melihat kota Madrid yang makin hidup di atas jam 12 malam.

What an adventure indeed!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
4 Comments
  1. Mohon iformasi, apakah ada makanan halal/restoran halal di Madrid spanyol..? trims

  2. Anto: waduh kalau di Madrid saya gak pernah secara speaifik nyari. Harusnya Spanyol selatan (Granada, Sevilla dan sekitarnya) ada karena mereka dekat dengan Maroko.

  3. pfftt, indonesia aja belum puas dijelahi abis baca ini jadi pingin coba makanan disana jga 😀

  4. apa di madrid ada kopi luwak :d

    udah ke santiago bernabeu ?
    hanz´s last blog post ..one of the best tours london

Leave a Reply

CommentLuv badge

Our Guests

Tips

About The Author

KeLuar Negeri

KeLuar Negeri

Indonesian travel enthusiast. 20 countries, hundreds of cities, millions of experience. Join me and share your journey at http://www.keluar-negeri.com

View Full Profile →

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.