Susahnya Jadi Orang Indonesia: Suka Duka Mengurus Visa

Sepanjang sejarah karir pendek saya sebagai seorang ‘globetrotter’, saya akhirnya menyadari bahwa jadi warga negara Indonesia itu tidak enak. Indonesia hanya punya perjanjian dengan 11 negara yang mengijinkan pemegang paspor Indonesia masuk ke negara-negara tersebut tanpa visa, misalnya Singapore, Malaysia Thailand atau Vietnam. Artinya, selain 11 negara tersebut, kita semua harus menjalani proses aplikasi visa yang melelahkan, yang harus dilengkapi dengan dokumen pendukung yang kadang nggak penting banget, seperti Kartu Keluarga, bank statement, bukti bahwa kita punya teman/keluarga di negara yang kita kunjungi, atau surat jaminan dari kantor bahwa kita pasti akan kembali ke Indonesia untuk meneruskan pekerjaan kita. Sebalnya, Indonesia mengijinkan 63 negara untuk mengajukan visa on arrival (visa yang bisa diproses di gerbang kedatangan, tanpa perlu repot-repot mengurusnya di negara asal, klik di sini untuk melihat daftar komplitnya). Misalnya, ‘bekas pacar’ saya yang warga negara Inggris berhak mengajukan visa on arrival saat mendarat di bandara Soekarno-Hatta, yang selesai dalam waktu beberapa menit, tapi saya sebagai warga negara Indonesia tidak mendapatkan hak yang sama untuk Inggris. Saya harus mengajukan aplikasi visa ke Kedubes Inggris di Jakarta lengkap dengan setumpuk dokumen-dokumen tersebut di atas dan harus melewati proses menunggu berhari-hari, bahkan interview. Nggak adil, ya?

Pengalaman traumatis yang pertama kali saya alami saat berurusan dengan kedubes dan imigrasi adalah saat memasukkan aplikasi student visa ke konsulat jenderal Australia di Bali. Saya agak beruntung karena waktu itu saya tidak perlu datang langsung untuk mengajukan aplikasi tersebut (beda dengan kedubes Jerman, misalnya, applicant harus datang sendiri), karena sudah diurusi oleh petugas dari Australian Education Centre di Surabaya. Namun, saya berhasil ditakut-takuti dengan berbagai macam cerita seram, misalnya ada yang aplikasinya tidak disetujui dan kedubes Australia tidak akan memberitahukan alasannya, ada yang kedapatan memalsukan dokumen dan akhirnya selain aplikasinya ditolak, ia juga tidak diijinkan masuk ke Australia selama beberapa tahun, atau bahwa meskipun semua nampak ok di atas kertas, tuition fee sudah dibayar, tidak akan ada jaminan bahwa visa akan disetujui, dan sebagainya, atau ada kemungkinan petugas kedubes Australia akan menelepon applicant untuk mencocokkan dokumen yang kita kirim, dan lain sebagainya. Jadi meskipun saya tidak melakukan sesuatu yang ilegal dan menjalankan semua proses seperti petunjuk yang diberikan, saya benar-benar ketakutan aplikasi visa saya tidak disetujui, dan saat menunggu pengumuman datang saya sampai mimpi buruk selama berminggu-minggu.

Setelah menunggu sekian lama, saya akhirnya berhasil memperoleh student visa saya tanpa hambatan. Semua cerita buruk yang saya dengar, untungnya tidak terjadi. Tapi pengalaman itu meninggalkan kesan yang cukup dalam, dan sejak itu saya memiliki kebiasaan untuk mengajukan dokumen pendukung lebih dari yang diminta oleh kedubes manapun. Saya mencoba berpikir seandainya saya jadi petugas yang mengecek aplikasi yang jumlahnya bisa puluhan, bahkan ratusan, setiap harinya. Saya yakin bahwa kertas yang kelihatan jorok, tulisan yang carut marut tidak rapi, atau dokumen yang tidak diatur secara berurutan akan membuat petugas kesal dan kesempatan saya untuk mendapatkan visa dengan cepat menjadi lebih kecil. Jadi saya selalu menyiapkan aplikasi saya dengan rapi, misalnya dokumen ditata berurutan sesuai permintaan kedubes atau secara alfabet, menyediakan 2 fotokopi untuk setiap dokumen, dokumen yang tidak dalam bahasa negara yang bersangkutan sudah disiapkan terjemahannya, dan diterjemahkan oleh penterjemah yang ditunjuk oleh kedubes, semua dokumen distempel oleh petugas berwenang, kalau perlu yang memiliki autorisasi paling tinggi (misalnya kalau dokumen dari kantor, selain bos HRD, kalau perlu saya minta tanda tangan CEO), dan lain sebagainya. Nggak heran bila saya selalu kecapaian setelah mengajukan aplikasi visa – ribetnya serasa seperti mengajukan hasil riset untuk dipresentasikan di depan komite Nobel! Plus perlakuan sebagian besar petugas kedubes yang selalu nampak curiga dengan semua applicant juga nggak membantu mengatasi rasa nervous yang mendera, apalagi ditambah ada petugas lokal yang entah kenapa merasa keselamatan hidup kita ada dalam genggaman mereka sehingga mereka 1) jadi genit dan main mata, atau 2) sebal atau cemburu karena kita hendak keluar negeri jadi saat menyerahkan visa kita, mereka minta dibawakan suvenir. Saya nggak bercanda, ini terjadi lho pada diri saya sendiri!

Saya dengan pasrah menerima semua cobaan ini sebagai bagian dari ujian untuk bersenang-senang kemudian (saat visa saya keluar). Tidak peduli betapapun menjengkelkannya semua proses ini, saya selalu mempresentasikan diri saya sepalsu sesempurna mungkin: penuh senyum, ramah, rendah hati, baju rapi (tanpa kesan terlalu berlebihan), dan bahkan sedikit kerlingan manja (bila dibutuhkan). Selama ini sih saya cukup beruntung, karena tidak pernah sampai dipanggil interview seperti kawan saya J, yang ditanyai macam-macam dan semua pertanyaannya penuh ‘jebakan batman’. Untungnya juga saya belum pernah harus berurusan dengan kedubes Amerika. Belum-belum sudah patah hati duluan melihat antrian panjang di luar kedubes, sebagian ada yang mulai antri dari jam 5 pagi supaya dapat layanan lebih awal (pernah bayangkan bila kondisinya dibalik, kebayang nggak warga Amerika disuruh antri di kedubes Indonesia? Adanya mereka pasti ngomel-ngomel minta segera diservis!).

Berhubung sepanjang sejarah berurusan dengan kedubes saya selalu diperlakukan sebagai ‘nobody’, di bawah sadar saya selalu merasa untuk mendapatkan sebuah visa harus melewati jalan terjal dan berliku-liku dahulu. Itu sebabnya saya hampir pingsan tidak percaya saat kedubes Inggris menyerahkan kembali paspor saya lengkap dengan visanya dalam 48 jam (ini sudah termasuk waktu yang terbuang untuk mentransport dokumen saya bolak-balik dari Visa Centre di Plaza Abda dan Kedubes Inggris di Thamrin, plus visa yang saya ajukan waktu itu bukan visa turis, tapi fiancee visa, yang butuh paling tidak seratus dokumen pendukung untuk membuktikan bahwa saya dan pacar saya yang memang dari Inggris ini benar-benar bertunangan). Dan tentu saja, kedubes hobi membuat applicant-nya deg-degan menunggu, dan mereka tidak akan memberi tahukan apakah dokumen kita sudah selesai atau belum. Kedubes Inggris punya sistem yang akan memberikan informasi lewat website, apakah paspor kita sudah siap untuk diambil kembali – tanpa memberitahukan aplikasi kita tembus atau tidak. Kedubes lain hanya memberikan sepucuk tanda terima yang berisi informasi tanggal kita harus kembali, tapi dengan embel-embel belum tentu visa kita sudah jadi saat itu. Namun sepanjang pengalaman saya, hal ini tidak pernah terjadi. Bila kedubes seharusnya bisa memegang janji, kenapa sih harus memberikan informasi ambigu seperti itu? Heran ya.

Saat saya memutuskan untuk mengikuti suami ke Belanda di akhir pekan (kami tinggal di Inggris, dimana perjalanan dari Aberdeen, kota kami tinggal, ke Amsterdam, cuma butuh waktu 1 jam terbang, seperti Jakarta-Surabaya), saya tahu bahwa saya paling tidak butuh 2 minggu untuk memproses visa saya (oh, dan tentunya suami tidak butuh visa, dong! Huh! Saya nggak ngerti kenapa warga negara Malaysia dan Singapore boleh masuk ke Belanda tanpa visa, sementara kita, negara yang dijajah 350 tahun oleh Belanda dan sudah membuat mereka makmur, malah dipandang sebelah mata?). Meskipun website kedubes Belanda menyatakan bahwa visa bisa diproses dalam 48 jam, karena saya warga negara Indonesia, pastinya saya imun dari kemewahan tersebut. Saat mendapat konfirmasi dari suami mengenai tanggal keberangkatan, saya agak bingung dengan 2 dokumen yang diminta oleh website kedubes Belanda di Inggris, dan daripada kerja dua kali dan bolak-balik, saya, seperti biasa, putuskan untuk menyediakan semuanya. Dokumen terakhir, travel insurance, diproses dalam 3 hari dan saya baru mendapatkannya Jumat lalu.

Yang berarti saya harus mengajukan aplikasi Schengen visa hari Senin ini. Tinggal 1 minggu. Saya tahu kemungkinannya kecil untuk mendapatkan visa dalam waktu kurang dari 1 minggu, tapi saya tetap berusaha.

Ini yang terjadi 2 jam lalu.

Ibu petugas konsulat (di Aberdeen adanya konsulat jenderal, kedubes Belanda tentunya berlokasi di London) melihat paspor suami sambil tumben-tumbennya tersenyum dan berkata, “Oh, kamu menikah dengan warga negara Inggris. Ini akan membuat hidupmu lebih gampang!”. Wow, biasanya di kedubes Belanda di Indonesia saya harus susah payah membuktikan saya bukan pengemis, punya dana cukup untuk jalan-jalan ke Belanda, jadi harus menyerahkan fotokopi bank statement atau traveler’s cheque. Tapi karena kekuatan paspor suami, di sini tidak perlu. Ibu tersebut dengan ramah menyerahkan kembali fotokopi traveler’s cheque yang saya serahkan dan sama sekali tidak mengecek dokumen aslinya (terus terang saya kecewa! Saya sampai tergopoh-gopoh lari ke kantor pos untuk membeli traveler’s cheque, balik lagi ke rumah untuk membuat fotokopinya – karena di websitenya kedubes Belanda minta semua dokumen difotokopi – dan lari ke konjen Belanda karena takut counter-nya tutup, ternyata saya tidak perlu membuktikan saya punya uang!). Di website juga dinyatakan saya harus punya travel insurance, dan saya sudah terburu-buru mengurusnya yang menyebabkan saya membuang 3 hari untuk mendapatkannya, tapi ini juga tidak dicek oleh sang ibu yang bersangkutan. My life is indeed easier.

Tapi tunggu dulu! Si ibu kemudian melihat paspor saya, menyadari bahwa saya warga negara Indonesia, dan tanpa kata-kata mengambil sebuah map paling hitam dan paling tebal yang pernah saya lihat, mencari-cari selembar kertas yang berisi daftar yang sangat panjaaaang, dan akhirnya menemukan “Indonesia” di dalam daftar tersebut. “Maaf,” katanya, masih sambil tersenyum. “Saya rasa kamu butuh 3 minggu untuk memproses visa turis. Karena suamimu warga negara Inggris, kamu akan mendapatkan visa yang akan mengijinkan kamu untuk memasuki semua negara-negara yang ada di dalam perjanjian Schengen untuk 3 bulan, atau lebih. Tapi karena kamu dari Indonesia, kami harus menghubungi semua negara Schengen lainnya untuk memastikan kamu bisa memasuki negara masing-masing.”

3 Minggu untuk memproses visa saya untuk perjalanan yang cuma membutuhkan 1 jam terbang, untuk tinggal di negara tersebut selama 3 hari, dari hari Jumat sampai Minggu.

Tapi di website ditulis 48 jam kog! Si Ibu tersenyum lagi dan mengatakan bahwa 48 jam itu biasanya untuk business visa atau kalau ada sesuatu yang sangat amat mendesak, misalnya ada keluarga meninggal di Belanda dan saya harus menghadiri pemakamannya. Pokoknya berhubung saya warga negara Indonesia, status saya harus di-clear-kan dulu dengan 23 negara Schengen lainnya, makanya kedubes Belanda butuh 3 minggu.

Saya akhirnya balas tersenyum.

After all, I’m an Indonesian. Tidak ada yang mudah buat warga negara Indonesia.

Sedih gak sih….

Diterjemahkan dari What A Difference A Nationality Made (Finally Woken)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
64 Comments
  1. Pemerintah kita harusnya lebih pintar urusan tawar-menawar dengan negara lain. Biar rakyatnya ga susah kalau ada perlunya ke luar negeri.
    bocah petualangΒ΄s last blog post ..Wisata Pantai Di Kota Minyak, Balikpapan

  2. Hi Mbak, found your website randomly. I am Indo living and working in the NL. Used to live in OZ for several years as well but in the end found that OZ is not the place to be :).

    Believe it or not, it’s way easier to get your visa to the NL (Schengen) through the Nl embassy in Jakarta. I have zero idea why the NL Consular offices in the UK (incl Scotland) make a big hassle of this.

    Last year, I invited our family (5 persons) to come over here to the NL, and within 24 hours the visas were granted to all of them without any biggies from the NL embassy in Kuningan.

    BUT!!, we also invited a friend who resides in the UK, and it took 10 working days for her to get her visa! with a question emphasised mainly on how she would be able to financially support herself during her stay despite of her ability to show them she’s got 20k GBP sitting in her account. RIDICULOUS!

  3. Visa Schengen susah di dapat, alasannya karena harus koodinasi dengan 26 negara yang lain….hmmmm mungkin masuk akal….
    Tapi bagaimana dengan visa untuk Australia??? lebih susah lagi!!! saya tinggal di Qatar, negara yang ga ada kedutaan/consular australia, jadi semua proses pembuatan visa harus lewat agen (4rd party) yang kemudian mengirimkan visanya ke Consular Oz di Abu Dhabi. Prosesnya: TIGA MINGGU!!!
    Kalo cuma 1 minggu s/d 10 hari masih dimengerti karena ada masa DHL dokumen dll, tapi apa Oz juga harus koordinasi dengan negara lain? negara apa? masa sih selama itu????
    Memang sedih jadi orang Indonesia

  4. Nina, ngirim dokumennya pakai unta kali, sampai butuh 3 minggu! πŸ™‚

  5. Oks,
    Saya pernah antri di kedutaan Belanda di Jakarta, dan seorang ibu di depan saya (yang sudah harus berjalan pakai tongkat) ditanyai macam-macam sampai ia terbata-bata menjawabnya. Saya sampai kasihan melihatnya.

    Jangan lupa, kedutaan Belanda di Jakarta sistem pembayarannya super kuno, harus tunai, dan harus pas! Mereka tidak ada kembalian, jadi kita harus keluar ke warung di depan untuk menukar uang kecil. Halah. Jaman global kog gak ada sistem pembayaran yang lebih canggih!

  6. hallo mba,, segitu sulitnya ya utk dpt visa trip ke UK? pacar saya org Inggris inshallah next year or next two years dia mau ajak saya ke London ketemu family nya n etc, tp setelah saya baca cerita di atas, waduh kok susah bgt ya kyaknya ,,,,

  7. Terharu baca kronologis kisah2 bikin visa buat para WNI…
    Pemerintah kita, sibuk apa aja sih? Senin-Jumat duduk manis di kantor..

  8. Nuri, sebetulnya bukan susah, tapi ribet! Super ribet! Banyak sekali dokumen yang diminta. Cuma (ini pendapat saya pribadi ya), aplikasi visa ke UK lebih gampang daripada ke negara Schengen.

    Good luck ya:)

  9. ya ampuuunnn bodohnya saya kirain saya selama ini semua turis itu harus melalui proses yang sama kayak kita urus visa kalo mau ke indo, aku ngebayangin mrk bakal dipersulit krn berhub dengan pemerintahan kita tnyata nggak ya…sy juga pernah antriin buat ortu yang diundang tante di hamburg….huidihhh tnyata melelahkan memang…makanya suka pikir panjang deh cari tiket promo utk negara2 yang butuh visa…aku baru pulang dari bangkok kemarin, lihat airport mrk penuh bgt sama org indo, secara di soekarno hatta kayaknya segelintir aja ku lihat orang asing…padahal lihat pertunjukan seni di sana gak ada apa2nya banget sama tarian2 org indo…so far aku udah bosan juga ke luar negeri gak tahu knp emang cinta buta kali sama tanah air sendiri, tp hunting tiket menjelajah indo sama mahal atau bahkan jauh lebih mahal dari tiket promo ke luar negeri yang ditawarkan maskapai asing…huhuhuuu….

  10. Renee: Suami saya warga Inggris, mau ke Indonesia tinggal beli visa on arrival di bandara Soekarno-Hatta, beres. Makanya dia nggak bisa mengerti kenapa hidup saya susah setengah mati, mau traveling tiap kali harus submit dokumen kayak mau ujian negara!

  11. hallo

    its simple really, indonesia itu masih dicap instabilty.. sering terpaut oleh kasus terrorisme, korupsi dsb. dan negara2 maju seperti USA, UK, Europe takut terancam warganya kalau warga negara Indonesia bisa kesana tanpa visa. Sangat beda jauh dengan tetangga asia kita sendiri yaitu Malaysia dimana mereka Ke Jerman or Uk tidak membutuhkan visa turis untuk jangka waktu 3-6 bulan. Begitulah nasib jadi warga negara Indonesia ini… sangat menyedihkan makanya banyak temen saya yg sekolahnya di Aussie setelah lulus mereka apply permanent resident dan menganti kewarganegaraan dikarenakan passport Indo dicap blacklist oleh negara negara maju…

  12. hi mba…rencananya thn ini aku mau berkunjung ke scotland, calon suamiku tinggal disana. kami baru saja bertunangan 2 minggu lalu..
    please bantu info apa step pertama yg harus saya lakukan utk proses fiance UK Visa

    Terima kasih banyak..responnya saya tunggu ya…

  13. Andy, meskipun daya juga merasa bahwa Indonesia secara ‘PR – public relations’ tidak punya rekor bagus di mata dunia dan sampai sekarang masih dinilai negara yang tidak stabil dan ‘hard posting’, menurut saya agak tidak imbang jika dibandingkan dengan Malaysia. Malaysia termasuk dalam negara persekutuan Commonwealth atau bekas jajahan Inggris, sehingga penduduknya tentu tidak butuh visa untuk berkunjung ke Inggris. Untuk ke negara Eropa lainnya, saya agak tidak mengerti kenapa mereka tidak butuh Schengen visa, tapi saya rasa karena ada hubungannya dengan kedudukan mereka sebagai bagian dari negara Commonwealth.

  14. Hi Devi,
    Congratulations! Fiance/fiancee visa kayaknya setiap saat peraturannya berganti-ganti. Ikuti saja permintaan di website, lampirkan semua bukti hubungan kalian (foto, surat untuk berdua, tiket pesawat liburan berdua, dll). Saya dulu juga minta surat keterangan dari kantor tunangan saya yang menyatakan bahwa mereka ‘kenal’ saya sebagai partner tunangan saya. Foto-foto yang saya sertakan tidak hanya foto berdua, tapi juga foto dengan kawan-kawan kami, dan saya sertakan nama, jabatan dan nomor telepon mereka, just in case petugas imigrasi berniat mengecek status hubungan kami. Kalau tidak salah fiance/fiancee visa hanya berlaku 6 bulan, jadi waktu itu kami menyertakan surat dari tunangan saya mengenai niatnya untuk menikahi saya dalam waktu 6 bulan, namun kami tidak bisa menyertakan bukti wedding venue booking karena saya harus tiba di UK dulu untuk memutuskan venue mana yang saya mau.

    Saya ingat dokumen saja setebal 5-6cm dan saya bagi-bagi per-segment sesuai kriteria yang diminta, jadi petugas imigrasi gampang mengeceknya. Meskipun disuruh menunggu lama, saat saya mendapatkan dokumen saya kembali, ternyata cap persetujuan dari kedutaan Inggris hanya berselang 2 hari (!!) dari waktu saya submit dokumen. Jadi berminggu-minggu setelahnya saya sebetulnya menunggu dengan sakit perut yang tidak perlu!

    Good luck yaaa…

  15. Memang agak miris jadi orang indo yang ingin bepergian di luar ASEAN. dengan segudang dokumen, penantian tiada akhir, seperti sekarang, saya lagi nunggu visa student untuk kuliah S2 di aussie.. sudah 1 bulan lebih sampai skrg belum keluar juga. ntah apa yang bikin lama.

    Compare dengan singaporean yang jauh lebih baik perlakuannya di negara-negara di luar ASEAN.

    hik. hik. hik.

  16. Saya juga menunggu cukup lama untuk mendapatkan visa student (S2 juga) ke Oz dulu. Australia memang agak ‘belagu’ dan super ketat terhadap Indonesia, seakan-akan seluruh rakyat Indonesia mimpi untuk tinggal di sini. Tapi bahkan sekarang visa bisnis (457 visa) juga diperketat karena konon sering disalahgunakan. Jadi ya seluruh applicants yang kena getahnya. Semoga semua lancar ya.

  17. Salam,

    Hi mbak, salam kenal, aku mieta, seneng banget ketemu website-nya mbak :). Aku juga mau ngurus fiance visa, calon-ku permanednt residence di UK. Ada yg mau aku tanya boleh ya mbak :),

    1. evidence of your age and your partner’s age : maksudnya akte kelahiran kan mbak? Apa perlu di translate ke bahasa inggris dulu?

    2. official evidence that your and your partner’s previous marriage(s) and/or
    civil partnership(s) broken down permanently, if either of you has been married or in a civil partnership? – kita berdua sama2 single dan belum pernah menikah, dokumen apa yg perlu saya tunjukin untuk ini ya mbak?

    3. evidence that you intend to marry or register your civil partnership within a reasonable time (usually 6 months) – nah ini saya nggak tahu gimana cara dapetinnya, kami rencana menikah 25 agustus 2013, di surat sponsor calon sudah jelaskan, apa ini cukup mbak?

    4. evidence that you have met each other: seabreg foto2 waktu dia ke jakarta 2 kali dan ketemu keluarga saya, foto saya waktu ke UK dan foto2 waktu kami tunangan di sana, foto2 sama keluarga dan teman, apa ini cukup mbak? Aku agak risih nunjukin email pribadi kami hehe

    Terima kasih banyak sebelumnya ya mbak πŸ™‚

  18. Halo Mieta,
    Semua dokumen yang tidak berbahasa Inggris tentunya harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh penterjemah resmi.

    1) akte kelahiran, SIM, KTP, semua bukti diri yang dikeluarkan oleh pemerintah yang mencantumkan tanggal lahir.

    2) bukti bahwa kalian berdua masih single. Dari pihak Mieta berarti minta surat keterangan dari RT/RW atau kelurahan (tentunya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris).

    3) bukti booking tempat pernikahan, booking fotografer, dan semua tetek bengek yang berhubungan dengan pesta pernikahan nanti.

    4) saya sarankan semua dilampirkan. Email, foto, undangan/surat yang ditujukan untuk kalian berdua, tiket bepergian bersama, dan lain-lain.

    Semoga jelas, dan good luck ya!

  19. Terima kasih banyak untuk jawabannya ya mbak :), oh ya ada lagi:

    1. Di form ada pertanyaan “do you intend to work in the UK?”, waktu apply tourist visa aku jawab “No”, tapi kalau untuk fiancee visa harus jawab apa ya mbak? Khawatir juga, karena pertanyaannya tricky πŸ˜€

    2. Calon sudah jelaskan latar belakang hubungan kita di sponsor letter-nya, apa mieta juga perlu tulis “letter of introduction” juga mengenai hal yg sama?

    Maaf kalau banyak tanya ya mbak :), karena nggak punya teman/kenalan yang punya pengalaman apply fiancee visa UK, semoga nggak keberatan kalau nanti mieta tanya2 lagi ehehe. Doakan kami ya mbak πŸ™‚

  20. Hi Mieta,
    1) saya rasa nggak masalah jawab ya atau tidak, sepanjang tunanganmu dengan jelas menyatakan bahwa ia yang akan menunjang semua biaya kebutuhanmu selama di sana.
    2) saya nggak ngerti maksudnya introduction letter apa ya? Kan apply-nya untuk fiancee visa, sudah jelas tujuannya.

    Good luck ya!

  21. Terima kasih banyak sudah mau jawab pertanyaan saya yg banyaaakk ya mbak, maaf kalau bawel hehe, doakan kami ya mbak :). Salam untuk keluarga

  22. Hi Mbak, salam kenal, saya Ayu, mau share juga, suami saya juga warga inggris tinggal di kota bath, right now i’m still living in jakarta :/ sedih ditinngal suami, kami baru menikah di jakarta maret 2013, alhamdulillah semua lancar untuk nikah secara agama dan hukum negara. Sebelumnya bercaparan selama 4 tahun, suami sering mengunjngi saya ke jkt sekitar 6x, calon mertua *saat itu, mengunjungi saya 1x dan sy sudah mengunjungi ke UK ketemu keluarga yg lain hanya sekali namun dengan period yg cukup lama, terpaksa harus resign dari kantor.

    Yang menjadi halangan adalah Visa Remain to Live with British Citizen Spouse, waktu itu saya sudah apply namun sayang nya di-refused dengan alasan :

    1. bukti surat nikah dan foto nikah saja tidak cukup,mereka ingin bukti foto2 selama kita pacaran 4 tahun. Yes, sy memang tdk menyertakan foto2 selama kami pacaran, krn sy berfikir, dengan surat nikah dari KUA dan Catatan Sipil secara legal dan tercatat negara, serta foto nikah, menurut sy itu sudah cukup kuat.

    2. bukti email, fb chat, yahoo chat, skype, sms yg tidak saya lampirkan. Untuk FB dan E-mail alhamdulillah sudah bs terlengkapi dr 2008, namun untuk chat history Skype hanya tersimpan maximum 6 bulan sj, dan untuk sms saya sudah 2 kali hape hilang, dan 1x ganti simcard (signal provider bermasalah)dan sekarang jarang sms lebih sering menggunakan wasap itupun aktif semenjak suami kembali ke UK, YM hanya dr 2011 (ga bs liat history lebih jauh dr itu). Saya mau bertanya mbak, apakah jika sy tidak bs membuktikan semua data Skype, wasap, YM dr 2008 akan dipermasalhkan?

    3. about Financial Record, well we’ve got lots trouble here lol
    Suami sy berkerja sebagai self-employee, so far income terpenuhi walau dia masih tinggal dengan orang tua, kendalanya adalah, dokumen yg kami ajukan tidak semuanya original (mixing fotokopi) dikarenakan dokumen asli yg dikirim via post tidak pernah sampai di tangan, saat itu suami saya tinggal bersama saya di jkt selama kurang lebih 4 bulan, otomatis temporary jobless :p

    4. still about Financial Record, tapi dari sisi saya,
    Alhamdulillah juga saya walau sy masih tinggal satu rumah dengan orang tua, tapi saya punya punya pekerjaan as magazine designer, namun saya memutuskan resign dr kantor sebulan sebelum menikah. Alih2 sy berfikir setelah nikah apply visa langsung cabut ke UK ikut suami, but the fact tells different heheh. anyway, pd form applikasi saya isi “jobless”, namun sy memberi penjelasan kalau saya pernah bekerja dan saya lampirkan 6-month previous salary evidence dan surat keterangan pernah bekerja dari perusahaan dlm bahsa inggris. what it’s hurting me until now, mereka bilang saya ini jobless dan hanya tergantung pada pasangan selama 4 tahun. wtf??? secara garis besar bisa dibilang saya hanya benalu gitu?? lalu untuk apa saya lampirkan surat kerja, slip gaji n finance statement pribadi? Dan selama 4 tahun pacaran, saya menolak jika pacar sy *sebelum dia menjadi suami* ingin transfer uang untuk saya, krn saya tdk mau dianggap memanfaatkan situasi. kalau kirim barag hadiah itu tdk masalah, krn menurut sy uang itu hal yg sangat sensitif, apalagi jika status masih pacar saat itu hehe.

    Setelah visa ditolak, jujur saja saya sangat stress, akhirnya suami memutuskan untuk kembali ke UK karena harus bekerja dan melengkapi dokumen kembali. Ada 2 pilihan untuk kembali mendapatkan visa Appeal atau mengulang apply, kami memutuskan untuk mengulang apply, wlw proses Appealing biaya nya jauh lebih murah sekitar Β£140 dibanding Visa Remain to live Β£600, tapi ada syarat yg mengharuskan kita memakai jasa lawyer, yg harga nya jauh lebih mahal dari Β£600 dan ada batas waktu sekitar 28 hari untuk menyerahkan semua dokumen.

    Sudah 3 bulan saya belum kembali apply, dikarenakan suami sibuk bekerja, sehingga untuk melengkapi dokumen agak sedikit lambat, terutama minta dibuatkan kembali dokumen asli ke accountant, proses nya hampir 1 bulan.

    Sedih dan stress up benar2 mempengaruhi saya, terkadang saya randomly marah2 ke suami :/ awalnya saya dilarang suami kembali bekerja, karena dia sanggup menghidupi saya, tapi saya beri pengertian, bahwa dia memang wajib men-support saya karena sudah jd suami dan agar UK Border Agency bisa lihat bukti bahwa suami saya mampu, namun melihat kondisi saya yg selalu di low point dia mengizinkan sy kembali bekerja dan alhamdulillah manager kantor saya yg terakhir sangat senang jika sy ingin kemabli bekerja walau hanya minta waktu 3 bulan, namun itu semua tergantung keputusan HRD :/

    Maaf ya kalo saya share nya terlalu panjang, tapi jujur, saya senang banget bisa ketemu blog mbak πŸ™‚

    thnk ya

    ayu

  23. Halo Ayu,
    I’m so sorry you have to jump a lot of hurdles just to be with your husband. Bath itu kota yang cantik sekali, favourite saya sampai sekarang.

    Saya mengerti alasan mengapa visa kamu ditolak, karena bukti yang mendukung bahwa kamu memang punya hubungan khusus dengan suami kurang kuat. Misalnya, kalian tidak pernah berbagi monthly bill, tidak pernah tinggal bareng, jadi kedutaan agak susah mempercayai bahwa pernikahan ini “benar” adanya dan bukan “scam”.

    1) harusnya gampang diatasi, tinggal sertakan bukti foto-foto saat suami di Jakarta, saat orang tuanya datang berkunjung, saat kamu berkunjung ke UK, dan semua foto-foto lain saat kalian berlibur ke semua tempat. Jangan lupa cantumkan tanggal dan lokasi tempat di mana foto diambil. Apa masih punya bukti tiket/booking saat pergi ke UK? Sertakan juga. Cap di paspor suami saat masuk dan meninggalkan Indonesia, fotokopi dan cantumkan juga untuk menunjukkan bahwa ia tinggal di Indonesia bersamamu selama 4 bulan.

    2) kalau percakapan skype dll tidak bisa, bagaimana dengan korespondensi lain seperti email? Lihat juga bukti phone bill suami, tentunya nomor kamu tercantum dalam phone records-nya, bukan? Bukti email dan phone records saya dan tunangan saya cantumkan di aplikasi saat itu terutama karena ia sudah kembali ke UK 6 bulan sebelum meminang saya.

    3 & 4
    Menurut saya, mau nggak mau financial records harus disertakan 4 tahun ke belakang, di mana bukan saja salary evidence, tapi juga surat keterangan dari kantor yang menyatakan bahwa kamu telah bekerja sekian lama di kantor tersebut. Juga financial records suami yang bisa membuktikan bahwa ia mampu menghidupi kamu bila kamu telah tinggal di UK (kepemilikan properti dan aset lainnya, mortgage statements, investment dll). Ini penting karena kita sebagai non-British citizen tidak berhak meminta tunjangan pemerintah.

    Bukti bahwa kalian berpacaran selama 4 tahun:
    Kalau ada hadiah dari pacar/suami saat berpacaran dan ia masih memegang receiptnya, bisa dilampirkan foto hadiah dan receipt-nya, jadi terlihat bahwa kalian memang punya hubungan khusus. Begitu pula sebaliknya.

    Sertakan surat keterangan dari suami dan orang tuanya yang menyatakan mereka mengenal kamu sejak kapan sebagai pacar.

    Moga-moga segera berhasil ya.

  24. Mbak email saya masuk?

  25. Hi, Mba, thnks banget infonya πŸ™‚ maaf saya baru merespon kembali,kami masih mengumpulkan data dan dokumen, so far untuk email, chat sudah cukup tebal, bahkan lebih tebal dr thesis jaman sy kuliah kuliah :p ,sy akan lampirkan 75 buah foto dr 2008 – mei 2013 dan 2 album pernikahan masing-masing 10 sheets, semoga itu ga terlalu obvious, karena saya ga paham harus sedetail apa

    Untuk doc financial suami, masih proses legalisir accountant dan bank statement.

    Doakan sukses ya mba πŸ™‚

    thnk you
    Ayu

  26. Hi Mba, apa kabar?

    Puji Tuhan proses pengurusan semua dokumen pernikahan kami bejalan lancar bahkan staf kedutaan Inggris disini sangat support saya sampai mereka bantu buatin janji untuk legalisasi CNI letter di Jakarta..
    i feel so very blessed.

    December 2013 kami menikah dan rencananya tahun ini saya akan apply Married Visa/ Visa Menetap yang biayanya Rp 10.825.000 dan akan hilang bila Visa tidak disetujui πŸ™ kalau gak disetujui sih jahat banget hhaha mau berkumpul dan tinggal bersama suami saja dipersulit.

    Semua email, surat2 yg dikirim lwt pos, tanda terima kiriman paket, bill telp, skype, percakapan whats app sudah saya siapkan sejak pertama kali kami berkenalan, tidak lupa foto2 kami berdua,bersama teman2 dan keluarga, undangan pernikahan, buku acara pernikahan gereja, bukti2 booking hotel tempat kami menginap dan semua copy boarding tiket pesawat untuk membuktikan kalau suami memang rutin 4 bulan sekali datang ke Jakarta untuk bertemu dengan saya. apa aja deh saya ikut sertakan supaya mereka tahu kami sudah lama menjalin hubungan.

    duhh tapi kok saya deg2 an banget mau apply karena banyak baca cerita temen2 di media social yang gagal visanya, jadi bingung musti mulai darimana prosesnya apalagi yg saya apply ini artinya saya akan pindah untuk menetap di negara suami.

    Ada saran gak mba? Terima kasih sebelumnya ya mba…

  27. Congratulations! Kalau soal married visa saya nggak bisa comment karena itu memang tergantung mereka. Saya juga baru dapat kabar kenalan saya perpanjangan visa tinggalnya di UK ditolak padahal dia sudah menikah lama, suaminya sakit keras dan dua anaknya sudah sekolah di sana. Saat ini mereka mengajukan banding, melibatkan local MP dan dailymail. Satu yang saya masih yakin, sistem di UK berjalan adil dan pasti ada jalan keluarnya selama kita jujur dan nggak neko-neko. So fingers crossed semua berjalan lancar ya.

  28. hi mba ,seneng nya bisa nemu forum yang sharing pengalaman ngajuin visa ke uk well , akhir bulan september aku mau apply fiance visa ke uk aku udah deg deg an dari sekarang loh hehe. Ada berapa pertanyaan yang aku tanyain ama mba nih ,
    1.apa kalo ngasih document asli *akte kelahiran* itu bakal di kembalikan ato gimana ya mba ? ngasih kopi ntar di kira palsu ngasih asli takut hilang *apa yang potokopian tapi ada strmpel dari pemerintah itu juga bisa*?
    maaf kuper ya mba πŸ™‚
    2. apa boleh kita menulis di bagian belakng poto poto kita berdua semisalnya tempat dsb ?
    3. kalo kita baru pulang dari ln terus apply visa ke uk di indo kan kita engga ada tabungan di indo gimana tuh mba membuktikanya ?
    4.apa test english yang aku ambil di luar negri juga bisa aku pake untuk memohon visa di indo *british council di hongkong*
    untuk saat ini kayanya cuma itu mba yaang aku pertanyakan , dengan rasa hormat terima kasih sebelomnya

  29. Menikahlah dengan orang indonesia bagi yang negara asing , biar gampang keluar masuk . . . Gampang kan … !!!

  30. Hi Dian,
    Saya terus terang sudah lupa prosedur aplikasi fiance visa, sudah lama soalnya tahun 2006! Saya yakin peraturannya pun pasti sudah berubah, Saya nggak ingat apakah saya harus melampirkan akte kelahiran segala. Untuk foto, saat mengajukan aplikasi saya menyertakan album foto, di sebelah setiap foto ada keterangan tempat, waktu, dan siapa saja yang berada di dalam acara tersebut, termasuk nomor teleponnya, jadi bila petugas visa section ingin mengecek keabsahan hubungan kami, bisa menelepon orang yang bersangkutan. Untuk pertanyaan nomor 3, saya agak nggak ngerti pertanyaan kamu. Saya waktu itu mencantumkan tabungan saya dan tunangan saya, tabungan dia ya di bank di UK, demikian juga bukti kepemilikan properti. Secara logika kan fiance visa itu untuk kita tinggal di UK, jadi nggak ada tabungan di Indonesia harusnya nggak masalah kan, kecuali diminta secara spesifik di persyaratannya. Mereka hanya ingin memastikan tunangan kita bisa menjamin hidup kita selama berada di UK karena kita tidak berhak claim benefit dari pemerintah. Untuk no.4 saya lagi-lagi nggak ngerti, emang diminta ya test bahasa? Saya nggak pernah ikut test bahasa kecuali waktu melamar masuk universitas di Sydney. Waktu aplikasi permanent residence pun saya nggak perlu ikut tes bahasa segala. Maaf ya rada nggak bisa membantu lebih jauh.

  31. Dear Dian,

    Mungkin masukkan saya bisa sedikit membantu,
    1. Dokumen wajib asli, insyaallah dokumen akan kembali semua, kalau bisa kamu sertakan original dan fotokopi, pakai binder agar lebih mudah dan terlihat rapih. Jangan lupa kamu catat (selfreminder) dokumen apa saja yang kamu lampirkan.

    2. Untuk foto, kebetulan memang suka DIY jadi saya buat album kecil, tempel foto di kertas yg sudah ada detailnya. dan lagi-lagi saya taruh di-binder terpisah dengan dokumen pendukung lainnya (chat, skype, fb, dll).

    Secara keseluruhan saya lampirkan 3 binder, untuk original dok, fotokopi dok, dan lampiran foto-foto

    3. Untuk masalah yg ini agak tentatif tergantung peraturan yg mereka buat sekarang, kamu bisa lihat di-website mereka, namun waktu itu saya tetap melampirkan tabungan dan 6 bulan terakhir slip gaji saya. Untuk dari pihak tunangan/pasangan biasanya mereka harus lampirkan HM Revenue terbaru dan account statement selama setahun dan wajib asli dan tagihan electric dll, fotokopi passport.

    4. Mungkin selama statusnya masih valid dan sesuai standard level yg mereka tentukan tidak masalah, tapi saya tdk bs jamin, balik lagi tergantung peraturan mereka sekarang, karena waktu saya apply saat itu belum pakai test, namun jeda 3 bulan setelah saya apply peraturan berubah, termasuk test kesehatan TBC, rumah sakit pun sudah ditentuin.

    Sedikit tambahan, kalau kamu memang berencana nikah di UK/ Indo, pasangan kamu harus lampirin surat registrasi dr catatan sipil di UK.

    Harus sering2 buka website dan baca hati2, memang ribet tapi kalau tdk terburu2 insyaallah aman.

  32. Hi, mba.. terima kasih buat infonya. Mau tanya, sepupu saya rencana nikah di Indonesia dengan WN Inggris, apakah sepupu saya perlu punya tabungan di bank juga kah? Terima kasih sebelumnya.

  33. wah, kalo begitu, seandainya saya bisa jadi presiden, saya buat peraturan tuw mba… “Bagi negara yang mempersulit WNI buat masuk ke negaranya .. akan kami persulit juga buat masuk ke negara kami.. terimakasih..”

    pasti mereka kapok itu..
    sayang.. indonesia dipimpin orang Jawa.. jadi ya nggeh..nggeh.. nunduk maturnuwun aja kerjanya mba.. ga tegas..

  34. Hai hai…sekadar berbagi cerita saja karena baca komentar “ngurus Schengen visa lebih susah daripada UK visa”. Sebenarnya engga juga sih. Memang semuanya relatif, dan kadang-kadang tergantung keberuntungan juga. Saya selama ini 2 kali ngurus Schengen untungnya lancar jaya. Ga pernah ada masalah dan selalu dapat masa berlaku visa lebih dari yang saya minta. Sementara, baru 2 minggu kemarin saya daftar visa ke UK dari Belanda (karena saya sekarang sedang di Belanda) dan ditolak karena beberapa alasan, yang kalau disingkat, mereka menduga saya niat jadi illegal settler dan bukan turis. Bikin kesel sih baca alasannya hahaha…

    Daftar visa Schengen di Kedubes Belanda memang agak repot tapi sejauh ini saya selalu sukses (knock on wood) dan formulir aplikasi mereka cuma 3 halaman. Sementara UK visa, 10 halaman lebih ya cuma untuk General Visitor πŸ˜€

  35. Sebetulnya ngurus visa nggak sulit, cuma ribet karena banyak dokumen yang harus di-submit. Dan semua perjalanan (trip plan, hotel, ticket, dll) harus direncanakan jauh-jauh hari, nggak bisa spontan diputuskan di tempat. Saya dulu waktu tinggal di UK paling sebal kalau teman-teman bilang “eh ke Portugal yuk, ada tiket murah weekend depan”. Yaaa mereka nggak butuh visa, saya butuh paling nggak 3 minggu baru bisa berangkat… Nasib pegang paspor ijo emang…

  36. Memang begitulah ribet nya pegang paspor ijo, gak heran kalau jalan2 di eropa, atau north america jarang ketemu young backpackers dari indo kebanyakan om2 and tante2 yg jalan2 pake tour. Waktu aku jalan2 di south island, new zealand, kebanyakan ketemu backpackers asal eropa – jerman, prancis ama inggris paling sering, america, canada, japan, south korea, taiwan pokoknya yg negara2 maju deh, soalnya buat mereka mau jalan2 ke negara2 laen, paspor negara mereka bisa dapat free visa, tinggal bermodalkan paspor dan beli tiket, selesai, beda sama paspor ijo, belum diribet kan dengan ribetnya ngurusin visa, mau book tiket murah juga bingung, karna kebanyakan tiket murah gak punya cancellation policy, kalo visa ditolak, habislah uang, gak ada uang kembali.

  37. wah ribet juga yah ngurus VISA ke Scotland. Btw fiancee Visa palagi tuh? dokumennya apa aja, pacar saya orang scotland, plannya tahun depan saya mau ke scotland untuk 1 bulan, gimana urusannya yah? any input?

  38. Mba.. Apakah masih tinggal di aberdeen, kebetulan saya akan kuliah di univ aberdeen january 2015, apakah mba punya info tempat tinggal yg murah2.. Saya belum mendapatkan tempat yg sesuai kantong saya..

    Salam kenal
    Hib

  39. Hello, coba email saya di finallywoken@finally-woken.com nanti saya teman-teman Indo di sana.

  40. Hi Roma, coba check website kedutaan Inggris di Indonesia, semua informasinya lengkap tersedia di situ.

  41. Hallo mbak,seneng bisa baca2 di blog nya mbak.
    Saat ini saya juga sedang menanti visa UK saya keluar,rencana mau akhir th di UK jadi batal karena proses nya yg panjang dan ribet setengah mati.saya tinggal di kalimantan,bisa di bayangkan saya mesti ke jkt buat di ambil biometrik.
    Masalah lain yg timbul mereka seolah ga percaya klo kita kesana buat liburan.Muke gile bener,maaf2 aja saya disini ada usaha buat apa saya kesana untk jd babu.di perlakukan begini emang tdk adil.entah apa yg di kerjakan bapak2 terhormat kita di gedung itu.bisa nya cuma ribut kekuasaan tanpa akhir,tidak bisa kah mereka benar2 bekerja untuk bangsa ini??benar2 memuak kan hingga bangsa kita ini di pandang sebelah mata oleh bangsa luar.

  42. setelah baca blog nya, saya jadi deg2an. saya kan WNI dan sudah menikah sama warna negara Eropa Timur yaitu Ukraina yg lagi masa masa revolusi sama Russia, sekarang saya masih mahasiswi tahun akhir lagi sibuk-sibuknya skripsi insya allah tahun depan lulus, jadi ntar abis lulus saya diajak suami ke Amerika, karna suami sama temen-temen nya ada usaha disana, nah saya bingung nih.. ngurus VISA buat ke Amerika? suami saya apply VISA utk ke Amerika bisa dapet 5 tahun atau 10 tahun berlaku nya, sedangkan WNI? I don’t have any idea. ada saran ngga? saya mesti mengajukan visa tourist atau apa ya?

  43. Hi Rizka, saya nggak paham prosedur aplikasi visa ke Amerika, tetapi logikanya bila suami apply working/business visa kamu bisa ikut sebagai dependant. Kecuali bila suami punya paspor Amerika, lain lagi ceritanya. Coba hubungi kedutaan Amerika setempat dan minta saran terbaik.

  44. Hi Boy, nggak percayanya di mana? Menurut pengalaman saya sih prosedur aplikasi visa UK cukup gampang. Memang banyak dokumen yang diminta tapi semuanya masuk akal, untuk membuktikan bahwa kita memang niat berkunjung dan bukan menetap di sana. Nah cuma memang di Indonesia semua negara proses screening-nya agak berlebihan, sementara kalau apply visa yang sama di negara lain nggak seperti itu. Contohnya untuk travel insurance, kedutaan Jerman di Jakarta punya daftar travel insurance yang mereka setujui, padahal saat saya apply visa di konjen Jerman di Perth, terserah saya mau pakai travel insurance yang mana. Kedutaan Jerman Jakarta juga tidak menerima bookingan hotel lewat 3rd party/agent (misalnya booking.com atau agoda), maunya kita langsung book ke hotel sementara saat saya apply visa di negara lain kedutaan nggak ada yang peduli mau book hotel dengan cara apa.

  45. salam,
    bagi yang ingin traveling ke london, dan belum dapet penginapan dan transportasi selama di london, bisa hubungi saya di email: mafath.info@gmail.com
    thanks a bunch

  46. seneng bgt bisa dpt banyak info dr blog ini
    salam kenal saya Ajeng 20th, pacar saya orang inggris, baru memulai hubungan pacaran dari januari tahun ini dan belum sempat bertemu karena menyesuaikan jadwal libur kuliah saya, jadi dia kesini bulan juli tgl 23, kami benar benar serius menjalanu hubungan dan berencana tunangan bulan juli itu dengan hanya bertemu keluarga saya, tanpa membawa keluarganya karena dia tinggal sendiri disana, ibunya tinggal di mozambique dan sudah tua jadi agak sulit untuk membawanya kesini
    setelah itu rencananya akan menikah tahun depan di jakarta, namun saya jadi takut sendiri setelah membaca betapaaaaa sulitnyaaaa mendapatkan visa untuk tinggal menetap bersamanya di uk :'(
    ditambah lagi status saya yang masih mahasiswa
    rencananya saya juga ingin kuliah lagi disana sambil berumah tangga
    apakah hal itu juga akan mempersulit? saya kuliah pun karena beasiswa di univ.negeri jkt, dan kedua orang tua saya sudah meninggal, jadi saya kebingungan soal rekening koran dll itu
    aduuh ada yang bisa tolong kasih pencerahan..

  47. Hai Mbak, saya mau tanya dong. Saya sarjana ekonomi indonesia, pengalaman kerja 4thn jadi fitness instructor, skrg lg nganggur..rencana ingin merubah nasib kerja ke UK. Mbak, bisa bantu saya memberi arahan ga? Apa saja yg harus saya lakukan? Saya udah lihat apply visanya ribet banget ada berapa tahap gitu ( http://www.gov.uk/browse/visas-immigration ) katanya ada agen ya yg bisa bantu kita membuat visa kerja ke uk? Apakah saya harus dateng langsung kedubes british embassynya?

  48. Haii mba..

    mba aku ada rencana apply visa tgl 16 April ber10,tapi aku ada masalah di appoitment, appoitment nama depannya salah isi tetapi nama belakang dan nomor passport sudah benar, apakah itu akan bermasalah di kedutaan??

    share ya mba klo punya kisah yg sama hehe..

    Terima Kasih

  49. mbak, mau nanya, bisa gak apply visa ke UK dari bangkok?
    terima kasih mbak

  50. Yang paling dahsyat dan demokrat tanpa pandang bulu adalah negara USA semua bangsa didunia apabila ingin masuk ke TANAH IMPIAN . . .Harus antri dan sangat ketat prosedur VISA nya.

Page 1 of 212»
Leave a Reply

CommentLuv badge

Our Guests

Tips

About The Author

KeLuar Negeri

KeLuar Negeri

Indonesian travel enthusiast. 20 countries, hundreds of cities, millions of experience. Join me and share your journey at http://www.keluar-negeri.com

View Full Profile →

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.