Wear It Wednesday: The Art of Packing

Setiap kali bepergian, saya selalu menghadapi masalah yang sama: barang yang saya kebanyakan, dan yang saya benar-benar gunakan biasanya cuma setengahnya. Akibatnya? Saya harus menggeret koper seberat kurang lebih 20 kg ke mana-mana. Dan… tidak seperti di Indonesia atau negara Asia lainnya, tidak akan ada porter, petugas bandara atau stasiun kereta yang siap mengangkat koper saya, di Eropa atau Australia. Plus jatah saya belanja kan jadi berkurang karena koper saya sudah mendekati batas maksimal berat barang yang boleh saya bawa ke pesawat!

Lelah menghadapi masalah yang sama berulang kali, saya lalu mencari bagaimana sih cara packing yang efisien.

If it’s not on your list, it shouldn’t be in your bag,” begitu kata Dyment dari OneBag.com. “What happens with people is that they pack before their trip, and that packing activity consists mostly of talking to yourself and saying, ‘Well I might need this and I might need that and what if the queen invites me to dinner?’ And that’s death to light packing.

Hmm… Bener banget!

Setiap kali packing, saya selalu memikirkan skenario terburuk yang akan saya hadapi, padahal pada kenyataannya hal itu sering tak terjadi, dan bila pun terjadi, pasti saya bisa mencari solusinya di tempat yang saya tuju. Misalnya, saat bepergian ke Spanyol bulan April lalu, saya memutuskan untuk tidak membawa scarf tebal karena saya kira musim semi menjelang tiba dan temperatur mulai menghangat. Saya pikir coat saja cukup. Ternyata cuaca seringkali buruk, hujan dan di bawah 10 derajat Celcius. Coat saja tidak cukup, saya butuh scarf untuk menghangatkan leher, telinga dan (kadang-kadang) wajah saya. Solusinya? Gampang saja. Saya beli 2 buah scarf tebal yang dijual di mana-mana. Itu pun, pada akhirnya saya hanya mengenakan satu saja.

Melanjutkan bacaan saya, ternyata ada 2 buah trick jitu dari Dyment yaitu: “don’t let any space go unused”, dan “wrap your clothes in bundles”.

Contohnya, bila kita memasukkan sepasang sepatu ke dalam koper, jangan lupa ada banyak ruang kosong di dalam sepatu yang bisa kita gunakan untuk barang lain.

Mengenai baju, Dyment mengatakan bahwa kesalahan terbesar para traveler adalah melipat masing-masing baju secara terpisah dan menyusunnya di dalam koper satu di atas yang lain.

Seharusnya, usul Dyment, kita menggunakan teknik “bundle wrapping”, karena teknik tersebut menghindari pakaian kusut berkerut dan juga menghemat ruangan.

“You think of laying a shirt flat on your bed and placing this bundle where the chest would go and then gently wrap the sleeves around the bundle, and then bring the bottom up and wrap it around the top,” katanya.

Contohnya ada pada gambar berikut ini:

20120901-204223.jpg
Photo credit: Apartment Therapy

Menarik untuk diterapkan, bukan?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Leave a Reply

CommentLuv badge

Our Guests

Tips

About The Author

KeLuar Negeri

KeLuar Negeri

Indonesian travel enthusiast. 20 countries, hundreds of cities, millions of experience. Join me and share your journey at http://www.keluar-negeri.com

View Full Profile →

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.